50% Diskon atau Beli 1 Dapat Dua atau Beli 1 Gratis 1? Pilih Mana?

Buat awam di bidang marketing seperti saya, taktik marketing sebagaimana disebut di judul tulisan ini sekilas tidak ada bedanya. 

Yang satu menjual potongan harga hingga 50 persen, yang satu menjual bonus atau imbalan atas aksi pembelian. Meskipun esensinya sama, tapi secara psikologis menciptakan efek yang berbeda di benak konsumen.

50 persen potongan harga bicara mengenai berapa uang yang bisa ditabung. Pelanggan ‘merasa’ sudah menghemat separo dari harga barang karena tidak perlu membelanjakan uang senilai barang itu dalam harga normalnya.

Sebaliknya, iklan ‘beli satu dapat dua’ atau 'beli satu gratis satu' menggarisbawahi nilai uang yang berlipatganda. Pelanggan ‘merasa’ untung karena dengan uang yang sama ia bisa mendapatkan dua barang sekaligus.

Mungkin ini penerapan marketing dari ungkapan terkenal mengenai apakah gelas yang terisi air setengahnya disebut: setengah kosong atau setengah isi. Sikap terhadap ruang dan isi menentukan cara kita memandang gelas maupun air yang mengisinya.

Demikian pula, efek psikologis apa yang diharapkan terbentuk di benak para pelanggan, menjadi pertimbangan bagi para marketer mengenai taktik yang dipergunakan: 50 persen diskon atau beli satu dapat dua.

Saya melihat diskon 50 persen diterapkan di sebuah gerai minimarket untuk buah-buahan dan sayur-sayuran yang tak lagi segar, sedangkan iklan ‘beli satu dapat dua’ saya lihat pada baliho sebuah bank yang mengiklankan pemakaian kartu untuk membeli frame kacamata. 

Mungkin di lapangan kita akan melihat taktik itu dipakai secara serampangan. Yah, sekarang jadi tahu bedanya, bukan?


Post a Comment

0 Comments