Ini Daftar Industri Telepon Seluler Indonesia dan Produksinya

Data Kementrian Perindustrian Republik Indonesia menunjukkan bahwa ada delapan industri telepon seluler yang merupakan penanaman modal dalam negeri dengan kapasitas produksi industri dalam negeri mencapai 20 juta unit per tahun.

Penanaman modal dalam negeri tersebut adalah PT Hartono Istana Teknology (Polytron) di Kudus, Jawa Tengah, PT Aries Indo Global (Evercoss) di Semarang, Jawa Tengah, PT Arga Mas Lestari (Advan) di Semarang, PT Tera Data Indoneusa (Axioo) di Jakarta, PT Maju Express Indonesia (Mito), PT Sinar Bintang Nusantara (Gosco), PT Supertone (SPC) dan PT Zhou International (Asiafone), keempat-empatnya berlokasi di Tangerang, Banten.

Di samping itu ada penanaman modal asing yaitu PT Samsung Indonesia (Samsung) di Cikarang, PT Indonesia Oppo Electronics (Oppo) di Tangerang dan PT Hair Electrical Appliances Indonesia (Haier) di Cikarang, serta PT Huawei Tech Investment (Huawei) dengan produksi di PT Panggung Electric Citra Buana dan PT Smartfren Telecom (Starfren).

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ignatius Warsito mengatakan,"Samsung per bulan memproduksi 1,4 juta unit di Cikarang, kemudian Mei nanti Oppo mau meluncurkan produksi untuk 4G LTE (Long term evolution). Demikian pula Haier di Cikarang. Merek-merek lokal juga berkembang pesat sehingga rata-rata produksi per bula sudah sekitar dua juta unit."

Semaraknya produksi dalam negeri berkontribusi menurunkan importasi telepon seluler, dari sekitar 70 juta unit di tahun 2012 menjadi 60 juta di tahun 2013 dan 2014.

Pemerintah menargetkan dapat menurunkan impor menjadi 50 juta tahun ini dan 35 juta pada 2017.



Ditulis kembali dari sumber: Kompas cetak.