Dalam beberapa hari ini beberapa fakta menarik tentang Indonesia beredar di media massa termasuk soal jomblo, jumlah perokok, tingkat kematian anak bawah lima tahun (Balita), dan Jakarta sebagai kota termacet di dunia.

Berikut ini beberapa laporan tentang indeks kebahagian yang menyebut jomblo lebih berbahagia, jumlah perokok Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, tingkat Kematian Balita, dan kemacetan Jakarta:

JUMLAH PEROKOK

Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak se-Asia Tenggara dengan jumlah perokok 51,1 persen dari total penduduknya. Perokok di Indonesia banyak berasal dari kelompok miskin.

Menurut Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Widyastuti Soerojo, jumlah penduduk perokok tersebut di atas data di Kamboja 1,16 persen dari total penduduknya, di Brunei Darussalam 0,06 persen, dan Thailand 10,22 persen.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi perokok menurut pendapatan, yakni pendapatan termiskin sebesar 43, 8 persen, sedangkan pendapatan terkaya sebesar 29,4 persen.

Kemudian, prevalensi perokok di Indonesia menurut pendidikan adalah tidak tamat sekolah atau SD sebesar 37,7 persen dan tamat perguruan tinggi 26, 7 persen.

TINGKAT KEMATIAN BALITA

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan setiap harinya ada 1.370 balita meninggal dunia di Indonesia, sehingga jika dikalikan dalam 1 bulan akan menjadi 41.100 balita yang meninggal sia-sia.

“Penyebab meninggalnya balita ini bermacam-macam, di antaranya ada bayi yang dibuang oleh bunya karena kelahiran yang tidak diinginkan karena hasil hubungan gelap, perkosaan, inses (hubungan sedarah), dan lainnya,” katanya saat mengunjungi LKBN Antara di Samarinda, Jumat (6/2/2015).

Untuk itu, dia menyatakan Indonesia Darurat Pornografi, mengingat kematian bayi yang tidak diinginkan tersebut juga terkait dengan maraknya kemudahan masyarakat dalam mengakses pornografi, terutama melalui Internet.

JOMBLO LEBIH BAHAGIA

Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dilakukan Badan Pusat Statistik memperlihatkan

bahwa indeks kebahagian orang Indonesia pada 2014 meningkat dibadingkan tahun sebelumnya.

Pada 2013, Indeks Kebahagiaan Indonesia mencapai 65,11 persen yang meningkat menjadi 68,28 persen pada 2014 berdasarkan survei yang melibatkan responden sebanyak 70.631 rumah tangga yang tersebar di seluruh provinsi, dengan kelompok umur 17 tahun hingga 65 tahun.

Dalam hasil survei yang dilansir oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, Kamis (5/2/2015), juga tergambar bahwa orang yang belum menikah sedikit lebih berbahagia dibandingkan yang sudah menikah.

Pada 2013, tingkat kebahagiaan penduduk yang belum menikah mencapai 64,99 persen dengan skala 0 sampai 100. Pada tahun 2014, survei memperlihatkan kenaikan persentase kebahagian menjadi 68,77 persen.

Sementara itu, tingkat kebahagiaan penduduk yang menikah berdasarkan survei pada 2013 mencapai 65,31 persen. Nah, tingkat kebahagian itu juga meningkat pada tahun 2014, menjadi 68,74 persen.

JAKARTA TERMACET DI DUNIA

Jalan di Jakarta, berdasarkan indeks Stop-Start Magnatec Castrol, memaksa kendaraan harus berhenti dan berjalan rata-rata 33.240 kali per tahun. Dengan angka tersebut, Ibu Kota Indonesia ini menempati urutan kota dengan lalu lintas terburuk di dunia.

Berikut ini urutan 10 kota dengan lalu lintas terburuk di dunia

1. Jakarta, Indonesia
2. Istanbul, Turki
3. Mexico City, Meksiko
4. Surabaya, Indonesia
5. St. Petersburg, Rusia
6. Moskow, Rusia
7. Roma, Italia
8. Bangkok, Thailand
9. Guadalajara, Meksiko
10. Buenos Aires, Argentina 














Sumber: Bisnis.com/Antara/Tempo