Baru-baru ini, Google Indonesia merilis hasil survei terbarunya tentang kebiasaan digital masyarakat perkotaan di beberapa kota besar Indonesia.

Berdasarkan hasil survei Google Indonesia yang dilakukan terhadap 2.500 responden pemakai ponsel pintar di Bandung, Semarang, Surabaya dan wilayah Jabodetabek, sekitar 61 persen pemakai ponsel  menghabiskan rerata 5,5 jam setiap harinya. 

"Riset yang dilakukan untuk membaca perilaku pengguna mobile technology di Indonesia, tak lepas dari besarnya peran Indonesia sebagai kunci pasar dalam sistem ekonomi digital," ujar Henky Prihatna, Country Head untuk Industry Google Indonesia.

Henky menambahkan bahwa penetrasi smartphone juga meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, hingga 43 persen dari  28 persen pada tahun 2014.

Dalam survei yang dilakukan selama tiga bulan, mulai dari November 2014 hingga Februari 2015 ini, terungkap pula bahwa kebanyakan pemakai smartphone menggunakan 46 aplikasi dan situs setiap hari. Setiap bulan, masa aktif meng gunakan smartphone bisa mencapai 26 hingga 27 hari.

Sementara itu, hanya sekitar 17 persen responden memakai PC dengan lama penggunaan sekitar 1,8 jam saja.

Menurut Head of Corporate Communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana telah memperkuat bukti adanya perilaku baru yang disebut Google Indonesia sebagai “Momen-Mikro”, ketika konsumen selalu menggunakan jaringan internet melaluismartphone-nya.

“Melalui hasil survei dan pemahaman yang diperoleh dari pengguna aplikasi yang tinggal di perkotaan, menunjukkan momentum mobile yang luar biasa,” tutur Jason.

Dari survei tersebut, Google Indonesia juga telah menemukan kebiasaan belanja masyarakat pada kategori travel, pakaian dan perawatan rambut.

Kemudian hasilnya, Google Indonesia menemukan pendekatan online dan offline sama pentingnya bagi masayarakat perkotaan. Selanjutnya kombinasi antara mesin pencari dan situs ritel merupakan sumber informasi terpenting untuk masyarakat perkotaan.

“Kemudian perjalanan konsumen dalam pembelian tidak sederhana atau linear. Itulah yang kami temukan dari hasil survei mengenai kebiasaan belanja masyarakat di perkotaan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, Google Indonesia menilai bahwa tantangan untuk para pemasar Indonesia yang ingin menjangkau masayarakat perkotaan dengan kondisi perekonomian yang stabil adalah bagaimana agar iklan tetap relevan dan berguna untuk konsumen.